Emak Hemat Wanna Be

Saya sedang berusaha meret-merettin pengeluaran. Karena, inflasi kurang ajar sangat. Bandel. Sementara, kebutuhan makin bejibun.

Zena sudah masuk TK A. Kalo sore juga masuk TPA (Tempat Pengajian Al qur’an). Setiap rabu dan sabtu, rencananya akan menari bali (baru mulai agustus). Belum lagi, nanti kalo dah lancar jaya, dia merengek ingin les menggambar di Sanggar Si Bobo. Ada sepupunya les juga dimari.

Sementara, kami tetep harus makan, musti bayar listrik, wajib bayar TV kabel (kalo gak masang, gak bisa nangkep siaran TV), dan berjuta kewajiban lainnya. #lebay#

Eh, ntar dulu, pasti timbul pertanyaan, kenapa saya ngelessin banyak beeng?
1. Zena pengen punya teman, dan itu tidak memungkinkan di lingkungan sekitar rumah, karena kebanyakan dimari ya nenek-kakek.
2. Supaya emaknya bisa keluyuran. #eh.
3. Karena Zena yang meminta.

Oke, kalo belajar ngaji sih, bukan inisiatif dia. Saya yang rada maksa. Karena mumpung masih bocah, masih loncer otaknya. Sebenernya, sempet mogok gak mau ngaji, karena dibully, tapi problem solved (nanti saya ceritakan di jurnal terpisah)

Tapi, selebihnya sih, dia yang mengajukan. Karena Zena sekarang dalam tahap ngefans. Dan dia mengidolakan sepupunya, yang pintar bahasa linggis, dan les ini itu. Untuk les inggris, kumon, dan calistung, saya menghindari terlebih dahulu, karena takutnya, itu bukan kegiatan bersenang-senang.

Apa gak takut si Zena kecapekan? Mudah-mudahan sih engga, secara dia pulang sekolah, wajib boksi. Kalo bosen gimana? Ya, keluar. Hakhakhak. Kecuali mengaji, itu saya pertahankan. Basic banget gitu lho, cuy.

Nah, karena penghasilan juga kagak keliatan batang hidungnya, apa bakal nambah apa malah melorot, maka, sebagai emak-emak, saya harus memutar otak. Untung gak berceceran nih otak.

Inilah, yang saya telah dan akan kerjakan dalam rangka penghematan :
1. Skip belanja baju/sepokat/bags, kecuali sudah kadung pesan.

2. Skip berada di tempat yang bertendensi menguras isi dompet, semisal sale di emol.

3. Belanja kebutuhan sandang di Tanah Abang saja, misal celana dalam anak yang udah
melar, kaos dalam kekecilan, dalam jumlah banyak, misal 1 /2 lusin, supaya dapet harga grosiran.

4. Beli kado untuk teman-teman sekolah, di ASEMKA, itu juga secara grosir.

5. Menghindari mengunjungi supermarket besar. Kecuali kepepet.

6. Membeli sayuran segar, tempe, daging, tahu, bawang, santan, ikan hidup, di Pasar becek. Dan membeli dalam skala besar, agar jatohnya lebih murah. Misal, stok untuk 2 minggu sekali. (Supaya sayuran tetap segar, potong-potong si sayur, lantas masukkan dalam wadah plastik bertutup rapat. Tempe, daging, ikan, hati, tahu, jeblosin aja ke freezer. Bumbu halus semacam cabai halus, *kunyit, sereh, laos bawang mer-put* mlebu ning *masuk dalam* chiller).

7. Menghindari jajan.

8. Membeli susu anak di tempat grosir susu.

9. Membeli sembako di tempat toko grosir juga (belum nemu). Jadi, sementara membeli di toko kelontong dalam pasar atau minimarket.

10. Membeli alat elektronik, misal timbangan digital, gilingan mie (baru wacana), blender, food prossesor, panci dan piranti dapur di pasar Senen. Harga bisa selisih cukup menohok.

11. Jika sedang kepepet membeli gadget/pelengkap barang rumtang, semisal untuk menunjang kelancaran gawe, manfaatkan cicilan 0%. Itu, biasanya tidak mengganggu cashflow bulanan.

12. Imunisasi anak ke rumah La Beeba aja. #Lho.

13. Beli pernak-pernik cantik di tempat alnola marselena aja. #eh.

14. Mendaur ulang baju, atau tas/sepatu. Misal, gambar rok diatas, saya membuatnya dari celana hamil yang sudah bolong. Atau baju-baju mendiang ibu saya, saya ubah model jadulnya sedikit, sehingga bisa dipake. Kecuali ada yang bersedia menampung. Tapi sebaiknya ngasih orang mah barang bagus lah. Supaya gak mubazir.

15. Membeli penunjang kesehatan, misal, madu, sari kurma, habbatusauda, di pasar Tanah Abang sajo. Jauh lebih murah, Cin.

16. Membeli detergen, pelembut dan pewangi, di toko bahan kimia (baru wacana)

17. Membeli barang plastik, semisal, hanger baju, tempat sepatu, kontainer, di pasar Jembatan Lima.

18. Untuk tempat-tempat mainan anak, supaya rapi, manfaatkan kardus bekas yang disampul kertas kado.

Nah, kayaknya baru segitu, deh. Kalo teman-teman gimana? Dishare dong, gimana cara menekan pengeluaran?

*nb : ada yang tau penjual sembako grosir di sekitaran Tanah Abang atau Benhil? Let me know, duooong.*
*ada yang tau sanggar bermain anak di sekitar Benhil? Kabar-kabari akika, ya*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s