M E N C R E T Karenamu

Hmm. Apa ya? Ya, gue juga bingung ingin menulis apa. Apa yang gue inginkan? Ingin ini sempurna? Sempurna seperti apa? Apa ini namanya gegar budaya? Budaya dimana tadinya gue nulis tanpa khawatir, karena tulisan gue nggak bisa dinikmati sembarang orang. Orang asing kini bisa mbaca tulisan gue.

Ya, gue merindukan Multiply. Tempat ngeblog yang pengaturannya bisa untuk diri sendiri, kalangan terbatas, atau khalayak ramai. Ramai seperti di pasar. Pasar yang kini hendak direalisasikan di Multiply. Multiply yang dibesarkan blogger. Blogger yang akhirnya diusir. Diusir paksa dengan menutup fasilitas sosial media.

Huanjriiiit. Kenapa susah banget sih nulis kayak dulu. Yang bisa ngemeng apa aja. Bisa ngedumel seenak udel. Bisa posting foto aneh-suraneh. Bebas ngegalau sesuka hati. Karena yang baca ya cuma gue aja gitu, Cin. Kenapa oh kenapa?

Inikah yang dinamakan gagal move on? Mungkin kali, ye. Yang jelas, akika masih aja gitu merasa kesulitan mengatur jurnal di WP ini. Apalagi lewat hape. Pokoe efek sampingnya mencret.

Ya Sarah..selamat bermulas-mulas ria, bermain dengan blog baru, ‘tempat buang eek’ baru, dan tempat mencari teman baru.

Ya sutralah. Sarah mau ngadu jangkrik dulu, ah. Hiburan tengah malam, Bray.

See ya. (^,^)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s