Curhat Emak-Emak

Dari dulu, gue kepengen jadi ibu yang tidak pernah ninggalin anak-anak. Makanya, gue berharap punya kerjaan yang bisa dikerjain dari rumah.

Rumah, entahlah. Rumah gue zaman dulu itu begitu mencekam. Bukan karena rumah tua. Justru rumah gue itu masih baru dengan model termutakhir di zamannya. Mungkin gue punya kenangan buruk tentang rumah dan kesepian. Yang jelas, saat gue balita, nyokap gue itu adalah pembuat kue yang sukses di daerah gue. Cheesestik, apem, risoles, kue sisir, dan segala macam kue basah diambil dari nyokap, dan dijual eceran oleh para pedagang. Jadi perhatian bonyok tercurah kesana. Meski bokap seorang PNS, tapi bokap masih ada waktu untuk ikut ngembangin usaha nyokap.

Berlatarbelakang itulah kenapa gue maunya nggak pernah ninggalin anak-anak. Karena gue sangat mengerti bagaimana rasa kesepian itu bisa menghimpit dada gue.

Dan anak-anak kecil adalah sasaran kejahatan yang empuk. Kejahatan seksual, kejahatan psikologis, kejahatan bullying, makanya gue berharap bisa ngasih perhatian sebesar mungkin, agar bisa tau, apa sih yang dirasakan oleh mereka. Dan sebisa mungkin melindungi anak-anak gue dari bahaya-bahaya diatas.

Sayangnya, jadi ibu rumah tangga itu enggak enak. Karena mungkin gue sedang dapet ujian aja kali ya. Terutama dalam hal finansial. Gue merasa sungkan kala harus minta uang lebih pada suami. Padahal, tau sendirilah inflasi gebleg bener. Nilai uang terjun bebas. Jadinya uang yang dikasih suami tidak pernah cukup. Jadinya ya gali lobang tutup lobang. Hemat di segala sektor.

Dan yang paling menyedihkan, adakalanya mereka atau dia menganggap pekerjaan rumah tangga itu pekerjaan yang nggak usah dihargai. Namanya juga kerjaan tak berotak, karena cuma ngerjain hal-hal yang biasa dikerjakan bedinde atau mbak pembantu.

Jadinya ya gitu, deh. Gue sering disepelekan. Kadang pendapat gue nggak dihargai. Gue tau, nggak semua ibu rumah tangga ngalamin hal seperti gue. Guenya aja kali bernasib naas.

Nah, oleh karena itu, gue sekarang harus bangkit. Nggak mau deh gue diinjek-injek terus, kan gue bukan keset. Makanya, mungkin gue harus cari cara agar gue bisa dapet uang tanpa harus meninggalkan rumah. Ya, gue udah nyoba jualan online, MLM juga, tapi karena guenya aja yang mbolor, jadinya gagal terus. Mungkin gue akan coba hal yang paling gue senangi. Menulis. Nulis cerpen, nulis novel, nulis naskah FTV/Film, pokoknya apa aja deh, asalkan berhubungan dengan dunia tulis menulis mau gue jabanin, asal gue nggak harus ninggalin rumah dan anak-anak.

Rencananya sih, gue pengen juga kuliah lagi. Karena otak gue perlu dicharge. Tapi kayaknya kuliah di LN, lebih mudah dalam berbagai hal. Terutama gue bisa kerjain berbagai casual job, buat nambah2in biaya hidup.

Ya, hidup itu memang berat, Bung. Tapi, kita terobos aja. Batu aja lama-lama bolong kok, kalo digerujuk air terus-terusan. Masa iya gue begini-begini aja kalo udah konsisten usaha? Kayaknya mustahil deh.

Jadi mari kita semangka! Semangat Kakak!

Betul? (^,^)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s