Menjadi Anak Kos (Make Over My Room)

Gue adalah orang yang gak suka hal ribet dan sesuatu yang njelimet. Itu berpengaruh pada gaya berpakaian gue ataupun selera, misal design interior. Tapi, di sisi lain gue nggak suka yang terlalu konservatif karena itu BORING. Jadi, biasanya gue ambil jalan tengah, fancy, fun tapi tetep simpel.

Dan, yang sangat gue inginkan saat ini adalah mendandani kamar kos gue dengan tampilan unik, tapi tetep menganut paham less is more. Dan satu lagi, sebisa mungkin adalah karya gue pribadi, gambar anak gue, atau sesuatu yang erat sekali dengan hati gue misal memajang baju krucils yang dibingkai+sepatu imut padanannya, lukisan bergaya folkloric dan pop art hasil goresan tangan gue, foto-foto orang terdekat dengan bingkai berdesign anti mainstream, dan tentu saja buku-buku gue harus ngeceng cantik sehingga gue makin jatuh cinta sama mereka. Lantas, kasur yang gue fungsikan sebagai sofa bed di siang hari, dengan penambahan bantal berbentuk square, lantas, lemari ketjil-ketjil yang banyak karena gue gak suka ada printilan berceceran di mana-mana.  Tanpa karpet, karena Jakarta segini gerahnya, karpet hanya membuat ruangan semakin sumpek dan terkesan hareudang alias panas membara.Trus gue juga pengen punya seikat bunga segar from Rawabelong yang gue bikinin “rumah” dalam jambangan bening. Dan jangan lupakan akuarium imut bulat, yang gue isi dengan ikan yang tahan banting seperti lele atau ikan sapu-sapu. Hakhak. Deviasi? Hooh banget.

.ImageImage

Image

Nah, masalahnya adalah, kos-kosan gue sekarang jauh banget dari tampilan di atas. Lagipula gue masih berpikir untuk pindah kos biar bisa deket sama krucils, jadinya keinginan buat “ngerenov” kamar jadinya hanya tinggal wacana. Tapi, di sisi lain, gue kurang nyaman dengan kamar yang sekarang, rasanya terlalu semrawut dan sentuhan pribadi gue nggak ada sama sekali. Ibarat kata bagai sayur tanpa sayuran, gak jelas apakah ini kamar atau kandang soang?

Mungkin solusi yang akan gue ambil adalah, gue akan memikirkan bolak-balik, apakah worth it kalo gue pindah kos-kosan, secara udah betah banget dan deket kampus yang oksigennya melimpah karena banyak pohon berbadan kekar bak Ade Ray, kalau kata si Mr Pacar, suasana di sini: priceless.

Padahal nih, gue udah jadi “maling” kasur kamar sebelah yang kosong, gue ambil kasurnya lantas gue tumpuk jadi 1 kasur, sehingga mirip sofa bed, tinggal gue beli kain meteran yang krispi dan adem, supaya kasurnya bisa ketutup rapi, sehingga temen kos bisa merasakan “sofa” ala Sarah. Trus gue juga udah mulai mau mencicil bikin lukisan yang akan dipajang. Ah jadi nggak sabar bikin kamar gue menjadi homey dan Sarah banget.

Jadi gimana nih, pindah atau jangan? Ada saran?

Foto-foto diambil dari:

http://homedecorinteriordesign.com/minimalist-interior-design-ideas-for-small-bedroom/334.html

http://www.michelkeck.com/ABSTRACT_ART_PRINT_GALLERY_Wholesale_Pricing_p/pariscollage-16x20original.htm

http://www.fastcodesign.com/1665173/olaf-hajek-s-wallpaper-turns-hotel-rooms-into-a-wild-circus

Iklan

7 thoughts on “Menjadi Anak Kos (Make Over My Room)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s