Puasa Gue 2013

Image

Ini adalah puasa pertama gue tanpa krucils. Pada tahun lalu, setelah sahur, gue mengajak anak ke mesjid buat sholat subuh dan ngeliat bintang kejora, tahun ini gue asik kencan sama: BANTAL a.k.a tidur imut.

Tahun lalu gue anterin anak sekolah pagi-pagi, lantas masak buat dese dan jemput saat siang harinya, sorenya anterin dia ke sekolah ngaji, tahun ini gue berasyik masyuk dengan: SELIMUT.

Tahun lalu saat menjelang magrib gue hunting makanan di pasar Benhil, karena setiap ramadhan si Benhil menjadi tempat bazar makanan penggoda iman, tahun ini gue cukup berbuka puasa dengan: AIR PUTIH DAN KOPI LUWAK SACHET.

DAN HARI INI GUA SENDIRI DI KOS YANG SEPI. Betapa indahnya kos-kosan, berasa di Disneyland.

Pathetic? Aha aha aha. Enggaklah.

Dan, bukan Sarah namanya kalo nggak bisa memilintir masalah menjadi mas alah mas..alah gitu doang rempong, santai ajalah kayak di pantai. Jujurly, mana ada sih ibu yang yang sanggup pisah sama anaknya, apalagi gue dari hamil sampe yang sulung berusia 5 tahun selalu bersama-sama 24 jam / 7 hari. Gue juga menyusui krucils sampe usia 3 tahun. Ditambah gue menjadikan anak-anak sebagai sumbu kehidupan gue. Plus gue mengurus mereka tanpa bantuan mbak asisten dan bebi sitter. Selain itu juga, gue suka bikin taktik-taktik fun saat bersama mereka, dan rasanya mempunyai anak, “menjamahnya”, mendampinginya, mengurusnya adalah masa-masa terseru dan paling menyenangkan bagi gue, karena ngurusin krucils itu tantangan tersendiri. Hari-hari gue bagai naik mobil offroad di daerah bebatuan. Akhirnya, kisah mereka terabadikan di jurnal-jurnal gue saat masih memuja sekte Multiply. Meski, semua cerita krucils udah hilang seiring meninggalnya Multiply. Tapi temen-temen empi pasti taulah gue dulu seperti apa.

Image

Image

Dan apakah gue sedih? Iya. Apakah gue menyesal? Tidak. Keputusan gue berpisah sementara dengan krucils adalah keputusan paling tepat untuk saat ini. Toh hanya SEMENTARA. Bagaimana dengan ibu-ibu yang mendapat beasiswa ke luar negeri lantas harus berjauhan dengan anak-anaknya? Sama aja toh. Semua dilakukan demi kebaikan bersama. Dan mungkin ibu tersebut mempunyai pertimbangan yang nyaris sama dengan gue, yakni: demi masa depan yang lebih baik.

Ok, sori, gue lagi nggak mau berdebat.

Intinya, gue sudah mengambil keputusan bahwa puasa kali ini gue tanpa krucils dan keluarga. Tetapi, tidak untuk terpuruk dalam deraian air mata. *sodorin-ember-kali-mau muntah-dengan-pilihan-katanya*

Gue memutuskan untuk mengisi puasa 2013 dengan mengedit novel gue dan memulai novel yang kedua. Gitu aja sih. Simpel bukan? Berjauhan dengan orang-orang yang dekat di hati bukan berarti menjauhkan hati kami. Gue masih memantau mereka, menyayangi mereka, dan tetap seperti dulu, ingin mereka tetap bahagia meskipun sekarang tanpa gue.

The mission accomplished. Gue membuat jurnal ini dalam upaya melawan lupa. Mungkin ini akan membuat gue tertawa atau menitikkan airmata saat gue membacanya tahun depan. Atau anak gue akan terkikik-kikik geli saat membaca curhatan emaknya yang sableng ini.

Baiklah. Satu kalimat terakhir dari gue: selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Sampai jumpa. Semangat!

(Foto 1, tanggal 5 juli 2013 di Kuta Bali, saat krucils liburan bersama neneknya)

(Foto 2, bulan juni 2013 saat mereka bermain di Love)

(Foto 3, gue saat puasa tahun lalu *nggak-penting-juga-sih-nongkrong-di-situ)

(Foto 4,Β  juni 2013 si sulung saat main di Love)

Image

Iklan

9 thoughts on “Puasa Gue 2013

  1. perjalanan hidup, nggak ada yang bisa menebak.
    saya pun merasakan…. sendiri…. tanpa ditemani anak di dua ramadhan terakhir πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s