Adakah Yang Salah?

Image

Gambar diambil dari sini

Gue berusaha cukup cadas supaya terlihat baik-baik saja, tetapi gue nggak yakin kalo usaha gue ini berhasil.

Analoginya begini: agar terlihat bahwa gue sudah mandi, padahal kenyataannya terakhir kali gue mandi adalah pada zaman Tyranosaurus joged-joged asoy, alias udah lama banget, tapi karena pengen tampak udah mandi maka gue pake parfum sekaleng haineken yang akibatnya adalah bau gue amat tak senonoh sehingga bisa membangunkan orang koma.

Begitu pula dengan kehidupan gue. Nyaris setiap saat gue meyakinkan pada diri gue sendiri, bahwa semua baik-baik saja. Hampir setiap detik gue menampilkan kesan bahwa enggak ada salah dengan hidup gue. Buktinya, bumi masih ber-rotasi pada porosnya, Jude Law masih ganteng lahir bathin, Jakarta masih macet, ibu kos gue masih suka pake kerudung merah, dan belum tumbuh tunas jambu di pipi gue. Artinya adalah:

SEMUA BAIK-BAIK AJA!

TAPI KENYATAANNYA SEMUA BERJALAN TIDAK BAIK-BAIK SAJA MALAH SEMAKIN HAMSYONG!

Gue merasa ada yang salah dengan semua ini. Yang sayangnya nggak bisa gue jelasin satu persatu di sini. Yang sialnya, cuma bisa gue cicipin sendirian. Yang anehnya, gue bahkan nggak berani bercerita bahkan pada kuku kaki gue sendiri.

Gue tahu rasanya, segalanya sudah terlambat bila sebuah keputusan telah diambil. Gue tahu rasanya, ternyata sesuatu itu sangat berharga setelah selama ini gue terlalu cuek dan kurang menghargai sesuatu itu. Gue tahu rasanya, apapun harus dipertahankan, karena tidak ada yang kekal. Gue tahu bagaimana rasanya berjuang sampe titik jenuh, dan akhirnya gue berkata: ENOUGH is ENOUGH. Gue tahu rasanya bagaimana harus mempertahankan yang namanya: CINTA, HARAPAN, SEMANGAT. Karena semua itu bisa pudar bahkan lenyap. Gue tahu rasanya dan kenal baik baunya sebuah kata penuh makna: PENYESALAN.

Yang katanya selalu nongol belakangan, karena kalo duluan namanya pendaftaran.

Gue bersahabat baik dengan semua rasa itu.

Dan kini yang INGIN gue kerjakan: bukan menghamburkan ratusan abjad di sebuah tulisan, yang sialnya tanpa gue sadari malah kadung gue bikin di sini. Yang gue INGIN bukan menangis meraung-raung di kamar kost ini. Yang gue INGIN bukan berkeluh kesah pada manusia. Gue hanya INGIN bawa tas ransel gue, menjejalkan selembar uang sukarno, meninggalkan gadget dan pergi menumpang CL terus membiarkan CL membawa gue kemanapun dia ingin melaju.

Ada yang salah dengan semua ini. Atau tidak. Atau ini hanya sebuah proses.

Entahlah.

Iklan

16 thoughts on “Adakah Yang Salah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s