(Menjadi Anak Kos) Seks Paska Menikah

Image

Gambar gue sambit dari sini.

Loha, apa kabar?

Udah ama banget gue nggak nongol, saking lamanya, mungkin jenggot Jude Law udah menyapu tanah, dan garuk-garukkin batu koral dan kerikil gitu, deh. Kali ini jurnal gue akan membahas sesuatu yang dikenal sejak jaman nabi Adam makan buah khuldi: seks.

Menjadi anak kos, pasti omongan kami tentang berbagai hal, salah satunya, saling men-declare kehidupan privacy di atas ranjang. Dan karena gue udah pernah menikah, mereka menganggap pengalaman gue paling dalem. Ditambah gue termasuk manusia lawas, saking lawasnya, gue udah menggembala kebo sedari jaman Pithecan Tropus Erectus gigitin buah nangka. Bagi gue, ngomongin making love, bisa dibilang kayak gerakan jantung memompa darah, atau seperti hidung kita dimasuki oksigen. Otak gue nggak usah dipelintir atau dipretelin satu persatu. Mulut gue ngoceh dengan sendirinya, dari mulai sakitnya malam pertama sampai senam kegel.

Karena kebanyakkan temen kost gue adalah bocah-bocah bau susu, maka gue pun menghajar mereka dengan pesan-pesan sponsor seperti berikut:

1. Gue berpesan, meski, terpaksa berada dalam lingkungan sebejat apapun, jangan pernah jadi gampangan. One nite stand kalo bisa dihindari selain untuk meminimalisir rasa bersalah, juga, kita perlu ingat, kita manusia, bukan ayam. Baru ketemu udah bisa hooh-hooh-an. Kalo lo ngobral kemana-mana, kasihan diri lo. Jangan pernah merusak diri sendiri.

2. Jadi perempuan bukan hanya mengandalkan tampang ciamik, atau bodi semlohai. Karena fisik akan berubah. Alamiahnya manusia, memang seperti itu. Dari langsing singset bisa jadi segede planet Uranus. Asalnya kenceng bisa jadi sekendor karet celana dalem yang usianya 102 abad. Dari cantik bisa jelek kayak ban kebakar. Dan, kodratnya, manusia itu memang berubah. Oleh karena itu,

3. Pilih suami yang sehat mental. Seganteng apapun, setajir apapun, kalo psikopat atau sakit jiwa, segala teori akan gugur  dan hancur kayak kelopak bunga dicabut tang. Jadi, JANGAN ASAL MEMILIH. Pengalaman gue yang buruk, jangan sampe dialami dedek-dedek imut yang masih bisa memilih.

Baiklah, kita bahas menu utama yakni: SEKS. *Jreng-jreng.

Sebenernya, seks itu fun. Sepakat? Apalagi saat tidak ada rasa bersalah. Apalagi diperbuat setelah menikah. Dan itu yang perlu elo tanamkan, elo siram, elo pupuk dan elo panen dalam kepala elo. Jadi, jangan pernah terpaksa untuk melakukannya. Lalu, setelah itu, lakukan yang terbaik semampu lo. Banyak belajar dari buku, jangan dari filbo (film porno) yang lebih banyak hoax dan gak fair. Menurut gue filbo lebih banyak mendeskriditkan dan menjadikan wanita sebagai objek. Inget, suami dan istri punya kedudukan setara, kita sama-sama subjek, bukan objek penderita. Jadi, kalo udah tendensi ke arah situ, mending mulai pikirkan exit-nya apa, daripada elo tidak dimanusiakan seumur hidup. Tapi, balik lagi, itu pilihan. Asal lo hepi tralala, meski elo menderita lahir bathin, gue mah dukung aja, dah. Ya kali aja sebenarnya elo adalah penikmat sadomasokis.

Lantas, seperti apakah seks yang fun?
Menurut gue, sih, seperti ini:

1. Komunikasi yang sehat.

Untuk mencapai kehidupan seks yang keren, menurut gua, elo harus bisa berkomunikasi dengan sehat. Gimana mau fun, kalo saat elo merasa nggak nyaman elo mingkem bae. Gimana mau asik, bahkan sama diri lo aja masih sering bohong. Jadi, katakan apapun yang elo rasa. Dan cari solusinya berdua.

2. Antusias.

Gimana pasangan lo nggak selingkuh atau memilih coli menahun, kalo, setiap kali diajak hooh-hooh, elo sering kasih muka kecut atau bahkan terlihat mager abis.

3. Pahami Kebutuhan.

Wanita butuh untuk terus dilimpahi kasih sayang. Wanita akan on saat merasa disayang setulus hati lo, dimanjakan dan diperhatikan. Jadi elo genggam deh hatinya. Dijamin dia akan bergeming dan rela menjadikan ginjalnya sebagai alas kaki. Begitu pula cowok yang visual banget, fisik banget juga. Gimana suami mau on kalo bau badan lo kayak bau babon yang kecebur di lobang WC. Gimana ia gak akan berpaling ke wanita lain, kalo elo pake kostum ninja di depan suami lo. Gimana dia akan hot, kalo elo selalu menuntut dia untuk ini itu, baru sayang kalo ada duit, dan langsung nendang kalo doski lagi bokek. Ya, dandan dikitlah, pake baju seksi, goda dese, bahkan bila perlu lakukan perawatan maksimal. Lingerie, G-string, permainan kostum atau “peralatan perang” di atas ranjang, mungkin perlu elo prioritaskan.

4. Variasi dan teknik.

Bagi para penderita editansil: Ejakulasi Dini Tanpa Hasil, dont worry be happy. Menurut gua, durasi itu enggak terlalu penting. Durasi yang wajar paling lama berapa menit, sih? 11 menit kalo kata Paulo Coelho. Kurang dari itu, nggak masalah, asal lo gak ngasih ikan asin melulu. Sesekali, kasih ikan balado, ikan pepes, ikan lohan, ikan sapu-sapu. Dan bagi gue size does not matter. Yang penting usaha elo menyenangkan pasangan. Bagi gue, oral seks bisa juga jadi solusi. Atau lo bisa coba teknik lain yang bisa dieksplor. Intinya: LAKUKAN YANG TERBAIK SEMAMPU LO.

Tetapi, pada saat elo sudah berusaha cukup cadas, namun hasilnya tidak sesuai yang diinginkan. Woles aja kali ya, Neik.

Gue jamin, saat pasangan lo masih brengsek, dan elo pergi meninggalkannya, dia pasti rela menelan formalin yang dioplos dengan baygon, dia rela melakukan hal konyol apapun, asalkan elo tetap di sisinya, dia akan rela menjadikan lo sebagai agama, asal elo kembali di sisinya. Kalo nggak terbukti, elo boleh potong tulang kering gue. Gitu aja, sik.

Anyway, ada yang mau nambahin? Monggo, Lho.

Iklan

36 thoughts on “(Menjadi Anak Kos) Seks Paska Menikah

  1. Menyimak ya … kalo pakarnya yang bicara pasti ulasannya sehat seperti ini.
    Sekedar mengingatkan, oral seks itu gak aman-aman amat, kalo pasangannya gak menjaga kebersihan miliknya maka bisa jadi bom waktu.

  2. Yeeee…menjelma jadi saingannya dokter Boyke diaaa! Ha..ha…ha. Saraaahhhh…jadi selama ini liburan nulis karena penelitian tentang hooh hooh? Ha…ha..ha. Tulisannya gokil pulak.

    Tambahan dari gue: 5. Pake Hati. Kalau ML dilakukan dengan penuh perasaan cintahhhh dan kasih sayang dengan pasangan, mau durasi cuma semenit, mau gayanya itu2 doang, mau tampilan juga gak kinclong2 amat, rasanya pasti lebih cetar membahanaaaa (duile…basi boo istilahnya) dibanding yg ngelakuin tanpa rasa. Dan biasanya rasa cinta itu lebih dalem dan sejati kalau dilakukan dengan pasangan resmi krn ada unsur merasa lebih secure, lebih sahhhh lah di mata Tuhan.

  3. Jadi ingat kos juga ada yang udah nikah n pisah ma suaminya… Selain cerita berbagai macam pengalamannya, xixixi… juga ngasih saran2 gitu deh kepada kita2 yang masih sendirian…^^

    Salam kenal ^^
    Firsty

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s