Kalian, Alasan Saya Hidup

ImageImageImageImageImageImageImageImageMImageImageImageImageImageImageImageImageImageYY

YImageImageImage

Nak. Apakah kalian tahu, betapa Bunda sangat-sangat mencintai kalian? Bunda, sangat merindukan kalian. Rindu memandikan kalian. Rindu menyuapi kalian. Rindu mendorong stroller kalian. Rindu berjalan-jalan dengan kalian sembari menggenggam tangan kalian. Kangen menatap kalian saat terlelap. Kangen mereka-reka menu sarapan, makan siang, makan malam, agar kalian tetap lahap makan. Kangen menyanyi dan menari bersama kalian. Kangen membuatkan dongeng lantas membacakannya untuk kalian. Bunda kangen mengelap muntahan kalian. Kangen mencebokki kalian. Bunda ingin mengurus kalian.

Nak. Apakah kalian tahu. Bunda meninggalkan kehidupan yang “nyaman” di masa lalu, adalah agar kalian tidak melihat orang tua kalian saling menyakiti. Jadi, biarlah bunda yang mengalah, asalkan kalian mendapat masa kecil yang indah.

Nak. Apakah kalian tahu, sakit sekali jauh dari kalian. Tidak menemukan kalian di sisi bunda saat bunda terbangun, apalagi jika saat kita bertemu, kalian seolah-olah tidak menginginkan Bunda.

Ya, Allah. Saya tahu Engkau ada. Dan tentu Engkau bisa merasakan bagaimana perasaan saya yang harus jauh dari anak-anak yang telah menghuni rahim saya selama 9 bulan. Yang saya beri ASI selama 2,5 tahun. Mereka yang selalu saya peluk, saya ninabobokkan, saya gendong. Engkau tentu tahu, dari dulu saya selalu berusaha tampak ceria agar mereka tidak merasakan sakit yang saya rasa. Agar mereka merasa semua baik-baik saja. Dan Engkau tentu tahu doa-doa yang saya panjatkan. Permintaan-permintaan yang saya mintakan.

Allah, saya akan bersabar, saya akan berusaha, terus berusaha sampai nanti apa yang saya cita-citakan, yakni berkumpul lagi dengan anak-anak saya bisa terwujud.

Karena, merekalah alasan saya hidup.

Iklan

21 thoughts on “Kalian, Alasan Saya Hidup

  1. Ini bagian dari sepenggal episode drama kehidupan. Ada berlaku hukum keseimbangan alam. Maka yakinlah bahwa episode berikutnya happy ending story. Semoga. Aamiin ya Robb.

    *komentar untuk postingan barumu yang tiba-tiba menghilang*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s