Tipe Lelaki Idaman

Image

Seringkali, ada yang bertanya sama gue, tipe lelaki seperti apakah yang akan gue pilih sebagai pasangan? Ehem. *Ngeden eh batuk tipis*

Well, ini pertanyaan yang cukup berat, bagaikan memindahkan pulau Barbados ke Karimun Jawa. Butuh usaha cadas, dan otak gue musti dikasih sesajen dulu supaya nggak mogok cari jawaban. Baiklah, setelah memberikan tiupan surga aroma jigong pada dua ekor kerang sejenis umang, inilah jawaban yang akan gue kasih. Cekidot.

1. Jangan seperti mantan suami gue.

Hakhakhak. Maafkan saya sang mantan. Kali aja jij bisa ngehits nampol gila setelah gue promosiin dimari. Maaf lho, ya. *Sungkem.*

1.1. Tidak Egois, tidak pantang minta maaf.

Manusia itu naturalnya emang bikin salah. Wajar. Asal jangan disengaja aja salahnya. Asal jangan nyari gara-gara. Tapi, setelah melakukan kesalahan, apa yang akan dikerjakan? Minta maaf? Membahas dengan kepala dingin dan mengurai benang kusut menjadi lurus dan simetris? Berusaha tidak mengulangnya lagi kalo nggak lupa? Atau memilih memecahkan kaca nako? Atau malah makan helikopter? Kalau abis bikin kesalahan lantas kamu tidak minta maaf, tidak ada tendensi untuk memperbaiki, malah minta dipijet mesra, ya udin, sono aja berpasangan sama tiang.

1.2. Tidak cuek-secuek-cueknya-dari-yang-tercuek a.k.a tidak tahu prioritas.

Udah tau kaki pasangannya musti dikasih keong racun karena abis digigit codot, udah tau tulang kering pasangannya musti ditambel karena kecolok gergaji mesin, eh doski malah asyik-asyikan mabok aibon.

1.3. Tidak emosional

Kalo kamu melihat istrimu hamil tua, berjalan tertatih-tatih, lantas terbit keinginan kamu untuk jorokkin istrimu ke dalam waduk, sana aja pergi ke, ah sudahlah, karang aja sendiri tempat yang sekiranya dia akan dibelit anakonda.

1.4. Tidak diem bae. Bukan titisan kawat bronjong yang dibalsem alias dimumi.

Pasangan ulang tahun: mingkem. Punya masalah: mingkem. Anak ketubruk Babon: mingkem. Dicakar orang: mingkem. Dapet duit sekarung: mingkem. Terus buat apa elo punya pasangan kalo memang cuma buat didiemin atau dijadiin pajangan?

2. Lelaki idaman gue adalah lelaki yang kerasukan arwah Jude Law.

Temen-temen deket gue tentu tahu bahwa gue penggemar Jude Law garis keras. Mengapa?

2.1. Smart.

Gue pengen punya pasangan yang smart, biar bisa nyambung. Nggak perlu dia punya IPK 4 buat dapet gelar smart. Nggak perlu dia kerja di tempat bergengsi untuk dicap smart. Tapi, bagaimana ia menyelesaikan segala masalah dengan solusi yang solutif. Misal, lupa bawa celana dalem saat bekpek, apa solusi yang akan dia jalankan?  Ngebom gedung? Kalo iya, berarti dia tidak akan cocok sama gue. Smart menurut gue ada usaha untuk mengusahakan. Dan punya pemikiran seluas antariksa. Sejauh bintang-bintang.

2.2. Humoris

Nggak perlu gue jabarkan kenapa orang humoris asyik dijadikan sebagai pasangan. Hidup akan terasa lebih menyenangkan kalau ditanggapi dengan ketawa. Hidup itu untuk diketawain kok. Hidup itu dinikmati, bukan dijadikan sebagai persoalan. Pokoknya, di mata gue, cowok humoris itu seksi lahir bathin. Bisa dibayangkan kalo pasangan kita orangnya kayak sapu ijuk: kaku. Diajak ngobrol tentang Hitler, eh tersinggung karena dianggap nyindir doski. Diajak chit-chat tentang monyet yang terancam punah di pedalaman Bostwana sana, dia ngamuk karena dikira ngomongin dia. Hih.

2.3. Family Man

Rahasia umum kalo Jude Law adalah lelaki yang sayaaaaang banget sama keluarga. Dan rahasia umum bahwa cowok seksi itu adalah yang mau ngasuh anaknya, mau membantu pasangannya, mau menjadikan keluarga sebagai segala-galanya. Oh so hot, Babe!

2.4. Terbuka

Sepahit apapun yang dirasakan, berani untuk mengungkapkan pada pasangannya. Karena dengan berani saja itu sudah cukup untuk mendapatkan apresiasi, bukan malah digampar piring terbang.

2.5. Mempunyai hobi.

Yang gua maksud, tentunya hobi positif bukan: judi, hobi gombalin cewek, hobi ngadu ayam. Hobi positif, salah satunya: suka musik atau suka membaca, suka menulis, suka travelling, suka jalan-jalan, suka nyetir. Pokoknya mempunyai hobi. Orang yang mempunyai hobi biasanya seru, kalopun ada masalah nggak depresi berlama-lama, nggak ngamuk berabad-abad. Karena dia bisa mengalihkan segala masalah pada sesuatu yang positif. Karena dia tidak menyalahkan dunia terus menerus. Tidak merasa paling malang sedunia. Tidak mengasihani dirinya sepanjang hayat. Dan tidak mengeluh setiap waktu. Ngeluh wajar aja, sesuatu yang tidak nyaman wajar untuk dikeluarkan, tapi ya enggak every single day juga kali.

2.6. Tidak sombong, bisa kompromi

Sombong: merasa dirinya paling hebat sedunia, yang lain salah semua, yang lain residivis yang musti dihakimi. Merasa dirinya paling ganteng sejagat. Siapa lo? Muka kayak barongsay aja, berasa kayak Johny Depp.

2.7. Tidak musti kaya

Well, dengan sikap-sikap positif tadi, gue yakin, separah apapun dunia dan persoalan merujak dan membogem dirinya, dia akan bangkit, tersenyum, dan berdiri lagi. Lebih baik gua punya pasangan yang nggak punya apa-apa, lantas berjuang bersama gua untuk mendapatkan apa-apa, dan menikmatinya sama-sama, tanpa merasa sok.

Iklan

31 thoughts on “Tipe Lelaki Idaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s