Goodbye My Lover

Image

Berhubungan dengan jurnal sebelum ini tentang tipe lelaki idaman, apakah gue sudah menemukan lelaki seideal itu? Jawabannya. SUDAH. Seneng? Seneng banget. Saking senengnya, gue pengen berdiri di geladak kapal dan teriak sekenceng-kencengnya sampai pohon bertumbangan, dan kuping yang mendengar melelehkan cairan karena gendang telinganya rusak. Gue akan berseru: I AM THE QUEEN OF THE WORLD!!!

Atau gue akan teriak girang. “FINALLY MY DREAMS CAME TRUE!”

Bisa dibaca di jurnal ini betapa bahagianya gue saat itu.

Tetapi, adakalanya Tuhan itu senang bercanda. Kadang bercandaanya bikin gue salah paham, kadang becandaaanya bikin gue murka, bahkan saking marahnya, gue pernah pengen bakar bikini eh bikin reaktor nuklir.

Dulu. Gue marah-marah sama Tuhan. Gue bertanya, kenapa gue selalu jadi objek penderita? Why me? Why me?

Gue sampe mengurutkan musibah besar yang terjadi sepanjang 2012-2013:

1. Maret 2012: nyokap gue meninggal.

2. Desember 2012, gue udah gak tahan lagi sama kelakuan mantan yang sering main kasar meski ada anak-anak, maka gue kabur dari rumah, sambil nenteng duo krucils.

3. Desember-Mei 2013. Perang bharatayuda berlangsung. Kami sama-sama memakai kuasa hukum. Gua adukan dia ke polisi.

4. Mei 2013, meski hak asuh dari pengadilan jatuh ke tangan gue, tapi pada praktiknya gue harus menitipkan anak-anak pada mama mantan suami. Gue bangkrut. Nyokap udah nggak ada. Kakak gue lakik semua. Bokap gue yang usianya udah 70 tahun nyaris tiap malem begadang nemenin krucils, sementara gue juga harus kerja, dan rumah bokap bukan di Jakarta. Gue jarang ketemu krucils, yang ada bokap jadi ketempuhan gara-gara gue. Apa iya gue tega bikin bokap gue sengsara di masa tuanya?

5. Oktober 2013: harus berpisah dengan orang yang membikin senyum gue melebar sampai ke kuping. Orang yang selama ini gue panggil belahan jiwa. Orang yang selama ini gue cari-cari. Lelaki yang satu gelombang dengan gue.

Gue ngambek sama Tuhan. Gue bilang, kenapa orang yang telah menyiksa gue selama 7 tahun malah Engkau kasih kado? Di mana keadilan? Mana yang namanya Adil? Kenapa adanya hanya Amir?  Dan tentang lelaki itu, mengapa engkau mempertemukan kami di tahun 2003, memisahkan kami, mempertemukan lagi di tahun 2013, lantas Engkau pisahkan begitu saja. MENGAPA? A A A A A A A A. #echo-mode-on.

Dan gue dapat jawabannya hari ini.

Gue tidak menyesal. Gue memaafkan diri gue sendiri. Gue memaafkan keadaan. Gue minta ampun sama Tuhan. Gue sudah berusaha berbuat yang terbaik semampu gue: saat menjadi istri, saat menjadi ibu, saat menjadi kekasih, saat menjadi menantu. Gue sudah mengerahkan segala-galanya, sudah berbuat sepenuh hati, setulus-tulusnya. Dan karena itu gue tidak menyesal.

Gue adalah perantara. Gue ditakdirkan untuk menjadi kabel sutet. Mama mertua gue, yang udah gue anggap sebagai mama gue sendiri, jauh lebih membutuhkan anak-anak gue. Kehadiran Zena dan Radinka menyembuhkan luka setelah kepergian papa. Bagaimanapun mereka adalah orangtua gue. Dan gue harus minta ampun telah uring-uringan selama ini. Dan gue harus berbakti.

Memang, gue merasa sakit. Gue sedih saat berjauhan dengan anak-anak. Tapi gue masih bisa bertahan. Berapa lama lagi sih mama akan mencicipi dunia ini? Tiba saatnya nanti, si mama harus pulang. Tapi jika memang sudah saatnya pulang, mama sudah puas karena bareng-bareng sama krucils. Dan gue ibunya, nanti pun Zena dan Radinka akan bersama gue lagi. Lagipula, setiap hari juga gue bisa ketemu mereka. Mereka tidak kemana-mana. Mereka baik-baik saja.

Begitupun dengan pria tadi. Kami memang satu frekuensi. Dengan hanya saling memandang saja, kami sudah bisa nyengir bajing. Bahkan gue rela menggadaikan usus gue, rela susah bareng dese. Tetapi, ia pun harus memilih. Ia harus memilih orangtua atau saya? Dan dia harus memilih yang kerusakannya paling sedikit. Dan saya menghargai keputusannya.

Pada saat itu, gue tiba di suatu twist. Gue lontar-lontarkan lagi keputusan di kepala. Gue tanya pada diri sendiri. Apakah gue mencintainya? Iya. Tapi apakah cinta harus memiliki? Tidak. Apa peranan cinta? Membuat keadaan lebih baik. Apakah jika gue bertahan bersamanya akan berakibat fatal? Bisa jadi. Dan seharusnya cinta tidak merusak. Jika dengan keputusan ini menyebabkan kerusakan paling imut, gue rela gue yang sakit. Jika dengan keputusan ini gue bisa membikin oranglain bahagia, gue juga rela.

Apakah ini sakit? Sakit sekali. Tapi sakit itu sementara. Bahagia juga sementara. Jadi gue akan baik-baik saja. Di awal-awal perpisahan, bahkan sampai saat ini, gue masih sering terbangun tengah malam, mengecek hape, menyebut namanya, karena biasanya nyaris setiap jam kami berkomunikasi, bercanda, berbagi ceria. Badan gue sering terbangun spontan tanpa uhuy setiap subuh, karena biasanya dia membangunkan gue untuk sholat. Tapi gue memutuskan untuk tidak menghubunginya. Gue mendoakannya setiap kali gue kangen. Seperti gue mendoakan ibu. Seperti gue mendoakan krucils.

Dan bagi gue bahagia itu pilihan. Meski sedih. Walau sengsara bagai tinggal di Nusakambangan di zaman tujuhpuluhan, tetapi gue memilih untuk tidak menjadikan ini sebagai persoalan. Gue memilih menikmati ini semua.

Gue inget kalimat Paulo Coelho. Hidup itu bagai roller coaster. Saat berada di atas kita bisa memilih merasakan indahnya pemandangan dan menikmati debar jantung karena permainan, atau stres dan ingin segera turun ke tanah? Gue memilih untuk menghayati pemandangan, karena pasti ada saatnya roller coaster itu berhenti, dan bisa jadi pada akhirnya gue akan merindukan debar-debar dan teriakan saat berada di atas roller coaster.

Ada banyak hal yang akan gue raih. Ada banyak tempat yang gue janjikan untuk gue kunjungi bersamanya. Dan gue telah berjanji akan menceritakannya melalui jurnal ini. Ada banyak cerpen yang tertulis mengenainya. Ada banyak puisi yang teracik manis berkat hadirnya. Ada beberapa lagu yang tercipta karenanya.

Saya akan mewujudkan mimpi saya. Menulis novel, menulis skenario, menyutradarai film, menjelajah Indonesia dan dunia, mendirikan agency. Cita-cita yang saya rajut saat bersamamu.

Baik-baik ya di sana. Saya doakan kamu selalu bahagia.

Jaga kesehatan, jangan lupa olahraga, ingat kan dulu kita sering joging bareng? Jadi tetaplah seperti itu.Tetap jadi onta, ya, minum air putih yang banyak, jangan mikir yang berat-berat. Ingat, positif thinking selalu, dan maafkan saya karena tidak bisa mendampingimu lagi.

Im so proud of you, and believe me, you are very precious, you are here to shine on the world. Please, dont blame yourself.Image

Goodbye my lover. Good bye my light.

Iklan

28 thoughts on “Goodbye My Lover

      • ini arti dari al fath 1-4
        48:1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,

        48:2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,

        48:3. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).

        48:4. Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

        48:5. supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,

  1. Salam kenal mba sarah.,kayaknya kita senasip lho mba…berjuang untuk mempertahankan perkawinan yang udah seperti bara api dalam sekam benar2 sulit..sudah 2 kali sang mantan menjatuhkan talaq pada ku biasa ribut besar ketahuan belangnya karena selingkuh:-):-):-)tapi karena alasan demi anak2 and ngga kuat nyandang status janda maka terima saja ketika diajak rujuk kembali..tapi semakin lama puarah banget karena mungkin biasa di maafin ngelunjak..akhrnya Allah Kasih jalan mungkin krn lihat saya menderita lahir bathin..feb 2012 kami berpisah and dia melalui sms doang dia jatuhin talaq 3 kesaya..benar2 kura2..nga bertanggung jawab..Alhamdulillah 3 anak di saya sekarang..tapi must survive lha..so both of us will had better life ya. Mba…aamin

    • *bighugs*

      Special people will have a special destiny. You’re wonderful, just great people who have a unique way of life and possibly better. Only the chosen ones, who experienced this.

      Dibalik kesuksesan dirimu, ada mantan yang menyesal dan koseh-koseh di lantai.

      Merugilah para lelaki yang tidak berbuat terbaik saat dengan kita. karena kita begitu precious, cantik, smart dan sangat menyenangkan. Camkan itu baik-baik ya, Mbak.

      Tetap tersenyum dan semangat, karena kita tidak pernah tau, lelaki berperut martabak mana yang akan terpesona melihat senyum dan semangat kita.

      Satu lagi sih, tetap menghitung berkah yang dikasih Tuhan. Kita beruntung masih bisa bernapas dan masih bisa semangat menjalani hidup. Dunia begitu indahnya, sayang kalo disia-siain.

      Semangat! (^_^)

  2. Baca tulisan ini, mata kayak disumpel bawang sekilo sambil naik roller coaster. Yang sabar ya bu Sarah. Allah SWT yang ngasih cobaan, Dia juga yang akan ngasih jalan keluar, yang terbaik. Yang harus kita lakukan adalah tetap dekat dengan-Nya.

  3. Gw bantuin yah…Layout cover n editnya kalau naskahnya dah siap okay biar jadi rill novel hardprint, biar lo bisa mulai marketnya via online…terlalu lama nungguin penerbit mah…setapak wujudkan mimpi untuk krucil..okay!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s